93 Orang Warga Binaan Terima Remisi DI HUT RI Ke -75.

oleh -26 views
Bupati Parigi Mautong Memberikan Remisi Secara Simbolis Ke Warga Binaan Lapas Parigi. foto : Humas Pemda.

PARIMO– Bupati Parigi Moutong Sulawesi Tengah, H. Samsurizal Tombolotutu menyerahkan secara simbolis remisi umum dalam rangka HUT RI ke 75 kepada narapidana dan anak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Parigi, Desa Olaya Kec. Parigi. senin (17-8-2020).

Dalam penyerahan remisi dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong H. Badrun Nggai, SE., Ketua DPRD Parigi Moutong Suyutin Budianto, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong H. Ardi, S.Pd,MM., kepala Forkominda dan Kepala OPD.

Sebagaimana disampaikan kepala Lapas kelas III Parigi Muhamad Askari Utomo. Amd.IP, SH,MH Jumlah warga binaan pemasyarakatan  sebanyak 241 orang, yang menerima remisi sebanyak 93 orang dengan rincian,  remisi 1 bulan sebanyak 37 orang, remisi 2 bulan 25 orang, remisi 3 bulan 15 orang, remisi 4 bulan 11 orang, remisi 5 bulan 4 orang, remisi 6 bulan 1 orang.

Dihadapan Warga binaan Lapas, Bupati mengatakan marilah kita bersama-sama menerima kembali mereka yang bebas dari Lapas untuk hidup dengan masyarakat.

“kepada warga binaan saya selaku pribadi dan pemerintah berterima kasih karna sudah mengikuti semua pembinaan dan insyaallah kalian setelah bebas nanti kalian sudah diterima keluarga, tetangga dan masyarakat”.

Lebih lanjut Samsurizal Memgatakan bahwa Kita menerima diberikan oleh negara itu bukan pemberian tetapi merupakan prestasi pembinaan di Lapas Parigi ini, terima kasih kepala rutan dan seluruh jajarannya yang telah membina sehingga banyak yang menerima remisi tahun ini.

Selain itu Bupati berharap dengan adanya musibah covid-19 jangan jadikan Lapas ini menjadi klaster baru oleh karena itu kita hadapi dan sikapi dengan bijak.

Diakhir amanatnya Samsurizal mengatakan menjadi tradisi bagi saya pribadi dan pemerintah Kabupaten Parigi moutong setiap perayaan HUT RI kita makan bersama dengan warga binaan dengan bertukar menu makanan.

“makna dari bertukar menu makanan dengan warga binaaan agar kita tidak melanggar atau berbuat kesalahan hukum jadi kalau satu hari ini kita merasa berat makan di Lapas janganlah berbuat kesalahan yang membuat kita berhari-hari disini”(Long)

Sumber : Humas Pemda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *