Tolak Pasien Asal Purwosari, Dokter Umum RSUD Anuntaloko Mengaku Tidak Takut Dengan Bupati

oleh -1.112 views
IGD RSUD-Anuntaloko Foto. IST

PARIMO, Pospena.com- Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Namun berbeda dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Ariana Dewi, pasien yang seharusnya mendapat pelayanan justru di tolak dengan alasan yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh Dokter Muhamad Samil selaku dokter umum di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Anuntaloko.

Made Kembaryasa, orang tua dari ariana dewi via telpon kepada media ini mengaku kesal dengan sikap pelayanan dokter muhamad samil, pasien yang seharusnya mendapatkan  penanganan medis, justru ditolak olehnya.

“Gawat Darurat adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan lebih lanjut, tetapi kami seakan dipersulit dengan sengaja menyuruh pihak keluarga untuk mengambil rujukan di Puskesmas untuk berobat di Poli,”ucapnya.

Lanjut Made Kembaryasa, etika pelayanan yang ditunjukan oleh dokter muhamad samil bukan suatu norma atau aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat sebagai seorang dokter yang membentak keluarga pasien sambil menggampar kursi dan menentang bupati.

“saya meminta kepada dokter muhamad samil untuk membayar secara tunai dan tidak memakai BPJS asalkan ditangani di IGD, tetapi dokter tersebut justru membentak, sehingga saya mengatakan akan melaporkan kepada direktur RSUD, tetapi dia balik berkata bahwa dia tidak takut kepada bupati sekaligus,”kata Made Kembaryasa.

Sementara itu dokter muhamad samil yang di temui media ini di ruang IGD RSUD Anuntaloko menjelaskan, dia tidak menolak pasien tersebut, menurutnya pasien sakit perut seperti itu sebenarnya bisa ditangani di puskesmas, IGD bisa menerima pasien sakit perut apabila poli tutup.

“pasien itu hanya sakit perut, bukan sakit perut berak darah, jadi bisa ambil rujukan ke polik agar langsung ditangani oleh dokter anak. Karena sudah sering ditangani dokter damaris, tetapi orang tua pasien ngotot untuk tetap dirawat walaupun di bayar tunai”sebut Samil.

Samil menambahkan, terkait pengaduan keluarga pasien yang akan melaporkan ke direktur dia sudah mengatakan bahwa penanganan ini sudah sesuai prosedur karna yang bikin aturan seperti ini adalah BPJS bukan dari pihak RSUD.

“cuman gara-gara begini mau di lapor ke direktur, ini kan sudah prosudurnya, karna yang bikin begini BPJS bukan dari pihak RS. Prosudur PBJS kalau tidak sembuh ditangani puskesmas baru di rujuk ke polik karna langsung spesialis,”ungkapnya.

TOMMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *