Dishub Ajukan Anggaran Pengoperasian PKB

oleh -5 views
BALAI - Balai PKB yang saat ini tidak berfungsi berada di Desa Toboli, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. Foto : Istimewa

Parigi, Pospena.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengajukan anggaran untuk mengoperasionalkan kembali Balai Pengujian Kendaraan Bemotor (PKB) yang berada di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara.

Kepala Dishub Parigi Moutong, Arman Maulana mengaku, lewat rapat Komisi III dua bulan lalu, telah menyampaikan usulan itu. Sebab, melihat potensi Balai PKB ini, sangat dimungkinkan memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan ketentuan pembiayaannya harus dipenuhi.

Menurut Arman Maulana, dalam rancangan anggaran yang telah disusun pihaknya, terdapat beberapa komponen pendukung operasional Balai PKB harus dibiayai Total senilai Rp276 juta diantaranya penambahan daya listrik 40 KPA kurang senilai Rp100 juta. Kemudian, pembiayaan aplikasi Rp87 juta, kalibrasi alat uji sebesar Rp8 juta, dan pembiayaan petugas kalibrasi.

“Pembiayaan petugas kalibrasi ini, untuk insentif mereka, biaya makan minum, penginapan selama melalukan perbaikan kalibrasi alat uji, dan tranportasi mereka,” kata Arman, yang ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Arman menyebutkan, dalam penganggaran pembiayaan Balai PKB itu tidak bisa dilakukan secara bertahap, sebab proses pengadaan dan perbaikan berbagai komponennya dilakukan satu paket.

Sehingga, ketika pemerintah hanya mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan penambahan daya listrik saja di tahap awal, atau sebaliknya. Balai PKB itu tidak akan bisa langsung beroperasi dan memberikan kontrobusi PAD.

“Ini adalah paket, kalau satu tidak terpenuhi jelas ini tidak akan berfungsi. Kami harapkan ini diaetujui, karena berkaitan dengan PAD jadi harus digenjot,” sebutnya.

Dia menyebut, apabila pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran yang dibutuhkan, pihaknya optimis dalam kurun waktu dua tahun kedepan total pembiayaan tersebut dapat dikembalikan lagi ke daerah melalui kontribusi PAD.

Apalagi, alat uji kendaraan bermotor itu hanya dimiliki oleh Parigi Moutong, dan bisa dipastikan kendaraan bermuatan baik di dalam daerah maupun luar daerah, akan melakukan pengujian di Balai PKB itu.

“Semoga saja pemangku kepentingan bisa menyetujui ini, karena jika beroperasi kendaraan bermuatan di seluruh Sulawesi Tengah akan kesini,” tutup Arman. (PP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *