Bapelitbangda Jelajahi 278 Desa di Parimo Demi Data Bumil Dan Baduta

oleh -8 views
Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Sahid N. Badja

PARIMO,Pospena.com- Mendukung penanganan stunting sejak dini, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyusur 278 desa untuk mendata Ibu hamil (Bumil) dan Bayi dua tahun (Baduta).

Abdul Sahid, Kepala bidang Sosial budaya Bappelitbangda Kabupaten Parimo mengatakan, Hingga saat ini, seluruh bidan di seluruh desa Kabupaten Parimo tengah melakukan pengukuran kepada Bumil dan Baduta. Hal itu dilakukan sejak Januari hingga Agustus 2020.

“Hasilnya, sejumlah bidan desa serta tim lainnya di lapangan telah mengimput data Bumil dan Baduta ke dalam sistem E-Ppgm, hingga sebanyak 59 persen,”Ucapnya.

Ia mengatakan, dengan upaya penginputan itu pihaknya menargetkan adanya penurunan angka Stunting setiap tahunnya, dari target data Bumil dan Baduta terupdate.

“Dua objek menjadi sasaran inti program penanganan stunting,” tuturnya.

Pihaknya, tengah memprogramkan Bumil dan Baduta menjadi sasaran program stunting secara berkesinambungan.

Pasalnya, proses perbaikan angka stunting dapat dilakukan dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Atau nol bulan ibu hamil sampai melahirkan dan nol bulan anak sampai dua tahun.

“Standar itu menjadi acuan. Apabila keluar dari patron, maka akan sulit menjalani proses perbaikan stunting,” tegasnya.

Ia mengatakan, langkah lain yang harus dipersiapkan dalam penanganan stunting adalah mempersiapkan ibu yang akan hamil agar supaya sehat.

Caranya, dengan memprogramkan remaja putri yang siap berkeluarga sejak dini dengan pendidikan terkait stunting.

Ia mengakui, dalam proses perbaikan stunting di Parimo beberapa wilayah yang diangap menjadi kendala. Diantaranya, daerah terpencil.

“Sehingga, kedepannya akan dirancang satu program bagi wilayah itu untuk penurunan angka stunting,” jelasnya.

Ia mencontohkan, daerah Tinombo dan Palasa hingga saat ini menjadi pekerjaan rumah besar Pemda untuk program ini. (TM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *