Sebagian Rumah Terlewati Pendatan Bantuan, BNPB Parimo Buka Ruang Bagi Masyarakat Yang Tidak Terdata.

oleh -79 views
Salah satu rumah warga di Kelurahan Bantaya atas nama Mini Usman yang rusak pasca gempa namun tidak masuk dalam data penerima bantuan tahap dua, rusak ringan dan sedang. Foto: TM

PARIMO, Pospena.com- Salah satu rumah warga di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi terlewati oleh pendataan bantuan rumah pasca gempa Padagimo, tidak hanya kelurahan bantaya, Desa Dolago Padang kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) beberapa waktu lalu juga mendatangi kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kabupaten Parimo untuk memperjelas rumah mereka yang tidak masuk dalam data penerima bantuan Tahap Dua.

Mini Usman, orang tua janda paru baya yang rumahnya dilewati oleh tim pendataan rumah rusak pasca gempa mengungkapkan, dari awal pendataan tahap Satu untuk rumah rusak berat yang sekaligus dengan data rusak sedang, ringan, rumahnya dilewati.

“saya sangat kecewa dengan tim yang melakukan pendataan, rumah yang ada dikomplex semuanya didata, tetapi mengapa rumah yang juga rusak karena gempa di lewati,”katanya.

Lanjut dia, tidak ada kata lain yang bisa saya harapkan, terkecuali keadilan, sementara yang lain sudah menikmati rumahnya dan tanpa ada rasa kawatir tinggal dirumah itu.

Sementara itu Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parimo, Tri Nugraha mengungkapkan, ada sebagian warga yang rumahnya belum terdata, ada  data susulan untuk mengkafer kembali rumah warga yang belum masuk dalam data tahap dua kategori rusak ringan dan sedang,.

“sulawes tengah masih diberikan ruang oleh BNPB Pusat, mengingat Kota Palu masih ada sekitar 15000 rumah yang belum terkafer dalam data penerima bantuan,”ucapnya.

Namun kata Tri Nugraha, sesuai penyampaian dari BNPB, dana yang ada harus mendahulukan nama-nama yang masuk dalam by name by address (BNBA). Karena ada sebagian masyarakat yang belum terdata harus menyerahkan data dari wilayahnya masing-masing.

“Tapi akan didahulukan yang sudah masuk dalam BNBA, tinggkat kerusakannya kita akan cek kembali dilapangan, apaka sudah sesuai dengan data atau memang masih ada perubahan dari data rusak ringan kerusak sedang, bahkan dari ringan sama sekali tidak dapat jika tidak memenuhi sarat kerusakannya, karena data yang dipakai adalah BNBA, sudah ada hasil dari Redio APBNPB yang di pakai,”jelasnya.

TOMMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *