Dana Hibah Bantuan Bencana BPBD Parimo Abaikan Perintah Pusat, Fasilitator Bantah Pernyataan Aduan Ke DPRD

oleh -144 views
Buyung, Fasilitator RTG di hadapan warga penerima bantuan bantah aduan Zulfikar Ke DPRD Jumat (11/10) Foto : TM

PARIMO,Pospena.com- Bantuan hibah dana bencana senilai Rp.21,3miliar untuk Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diduga dimainkan oleh oknum-oknum yang serakah, pasalnya harga pembelanjaan material yang menggunakan harga satuan kabupaten, disamakan seperti Proyek yang melibatkan pihak rekanan.

Buyung, Fasilitator pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) Jumat (11/10) kemarin membantah laporan Zulfikar terkait penyaluran bantuan yang sengaja di tahan oleh pihak fasilitator, dia mengatakan aduan Zulfikar ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parimo itu tidak benar.

“tuduhan untuk tidak menyalurkan material bantuan itu tidak benar, untuk bantaya dan kampal itu kami salurkan apa lagi hal konfirasi, berarti semua unsur mulai dari dinas sampai fasilitator dan toko melakukan permainan harga,”katanya.

Di Kutip dari https://republika.co.id bahwa apa yang dilakukan oleh pihak Fasilitator dan Dinas BPBD kabupaten Parimo sengaja mengabaikan perintah Kementerian Keuangan dan arahan Presiden.

Kementerian Keuangan telah menandatangani bantuan hibah kepada tiga bupati dan satu walikota sebesar Rp 1,9 triliun untuk membantu perbaikan bangunan terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah.

“Dana ini diharapkan dalam waktu 7 hari kerja sudah masuk ke rekening kas daerah dan selanjutnya akan ditransfer ke rekening perorangan kepada masyarakat terdampak,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/10).

Menurut dia, keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan masing-masing akan mendapatkan uang bantuan berturut-turut senilai Rp 50 juta, Rp 25 juta, dan Rp 10 juta.

Data BNPB untuk program in situ hibah daerah sebanyak 85.763 rumah yang terdiri dari 15.448 unit rusak berat, 27.706 rumah rusak sedang, dan 42.609 rumah rusak ringan. Selain itu terdapat bantuan in situ dari luar negeri yakni sebanyak 4.522 unit rumah, dimana 60 unit rumah sudah dibangun dan 3.000 unit rumah sedang dalam tahap pembangunan.

Kemudian untuk program bantuan relokasi rumah berjumlah 11.463 unit, yang diberikan dari berbagai lembaga yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 8.788 unit rumah, AHA Center sebanyak 75 unit rumah, Mayapada sebanyak 100 unit rumah, dan Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 2.500 unit rumah.

Namun Doni menambahkan untuk program relokasi masih mengalami persoalan mengenai kekurangan lahan seluas 15 ha. “Namun atas perintah Wapres Jusuf Kalla segera dituntaskan terkait masalah lahan, kekurangan lahan 15 ha. Arahan Wapres, supaya polanya mengikuti pola Nusa Tenggara Barat, dengan melibatkan unsur TNI dan Polri,” jelasnya.

TOMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *