Alergi Ketemu Media, Kades Tolai Barat, “Banjir Tak Ada Gunanya Di Ekspos”.

oleh -1.291 views
sawah dan jalan menuju taman wisata pantai arjuna yang rata dihantam banjir akibat jebolnya tanggul pembuangan irigasi matanpondok di desa tolai barat. Foto : TM

PARIMO,Pospena.com- Kepala Desa (Kades) Tolai Barat Made Adi, alergi ketemu media, dari beberapa banjir yang ada di bagian selatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) hanya Made Adi yang menolak media untuk membeberkan banjir yang menghantam puluhan hektar sawah dan memutuskan akses jalan menuju tempat wisata pantai arjuna desa Tolai Barat Kecamatan Torue sabtu 15/06 kemarin.

Made adi yang di mintai keterengan terkait banjir yang menjebol tanggul irigasi pembuangan matanpondok tolai barat,  dengan lantang mengatakan, “tidak usah di ekspos, tidak ada gunanya, ini sudah saya kerjakan dengan swakelola”kata dia.

salah satu warga yang sudah menghubungi media ini agar kejadian itu diketahui oleh pemerintah daerah (Pemda) Parimo, enggan disebutkan namanya begitu mengetahui kadesnya tidak ingin di ekspos. Kata dia, kami ingin ekspos kejadian ini, karena sudah merusak sawah dan memutuskan akses jalan.

“entah apa yang ada dibenak kades ini sehingga tidak ingin di ekspos, padahal kalau di beritakan paling tidak ada perhatian pemda untuk membuat beronjong irigasi pembuang matanpondok tolai barat,”kesalnya.

Sampai berita ini diturunkan, kades memang enggan di mintai keterangan, dia seakan menghindari tugas atau menutupi perbuatan yang salah di desanya. Beberapakali di hubungi via telpon, made adi hanya mengatakan “iya, iya iya,” tapi tak kunjung datang dengan alasan sedang mengawal alat yang sedang bekerja.

Melalui pantauan media ini, ada dua alat yang bekerja memperbaiki tanggul, salah satunya Excavator milik balai sungai provinsi sulawesi tengah dan Excavator multi fungsi milik Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan kabupaten parimo.

TOMMY.

2 thoughts on “Alergi Ketemu Media, Kades Tolai Barat, “Banjir Tak Ada Gunanya Di Ekspos”.

  1. Kenapa seperti itu??? Harusnya seorang kepala desa bisa bersifat Arif dan bijaksana masalah ini… Karna ini banjir langganan di tempat yang sama dan ini bukan pertama kalinya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *