Debat Publik, Ketiga Paslon Fokus Saling Sindir

oleh -411 views

PARIMO, Pospena.com- Debat Publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) periode 2018-2023 yang di gelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Parimo pada tanggal (31/05), di Auditorium kantor Bupati kemarin menjadi debat terakhir ketiga paslon. Dalam Debat Publik tersebut, bukannya membahas kesejahteraan masyarakat parimo dengan Strategi masing-masing, ketiga Paslon justru terlihat lebih fokus saling sindir terkait KTP paslon dan RAS.

Pertanyaan yang dilontarkan oleh Paslon AMIN kepada Paslon ERA, yaitu terkait pernyataan Paslon SABAR, yang mengatakan untuk tidak memilih yang tidak ber KTP Parimo. Menanggapi hal tersebut, Paslon ERA mengatakan, KTP berlaku secara nasional, sepanjang kita mau membangun daerah, siapa saja dan dimana saja daerahnya selagi masyarakat Indonesia aturan memperbolehkan, sepanjang masyarakat inginkan kandidat itu untuk membangun daerah.

“Bertarung dan meyampaikan program kerja kita yang baik, insyaallah masyarakat akan memilih dan tidak mempersoalkan KTP, dan tidak ada aturan atau larangan bahwa yang tidak ber KTP parigi moutong tidak boleh menjadi bupati atau wakil bupati parigi moutong,”Jawab Erwin.

Kata Erwin, persoalan kependudukan adalah persoalan kewarganegaraan, sehingga setiap warga Negara berhak memilih dan di pilih. Dia juga mengajak paslon lain untuk berkampanye secara baik, damai dan santun serta menyampaikan hal-hal yang baik dan tidak menyinggung pasangan calon lain.

Semenatara itu, paslon AMIN kembali menanyakan ke Paslon 1 terkait Penyebab kemiskinan masyarakat parigi moutong, ada tiga hal yang ditanyakan, yang pertama yakni, tata kelola pemerintahan yang tidak professional, kedua perempuan yang tidak berpenghasilan di kabupaten parimo, dan yang ketiga generasi muda tidak mendapatkan pekerjaan. Tidak sampai disitu, paslon AMIN juga menanyakan kata-kata yang pernah didengarnya dari paslon SABAR yang mengatakan bahwa indikator kemiskinan parigi moutong adalah karena kemalasan orang kaili.

Paslon SABAR menjawab pertanyaan Paslon AMIN, tetapi jawaban tersebut hanya jawaban dari pertanyaan Paslon AMIN ke Paslon ERA, terkait KTP parimo. Paslon SABAR mengatakan, didalam memilih pimpinan daerah tentunya  harus cerdas untuk memilih, contohnya di Daerah lain, memilih paslon yang ber KTP daerah tersebut.

“tentunya itu menjadi isu yang kita kembangkan kedepan bukan dengan janji-janji, dan jika janji itu tidak di laksanakan tentunya menjadi dosa hanya janji ini, yang punya KTP jangan mau di bohongi,”ucap Samsurizal.

menanggapi jawaban tersebut, Paslon AMIN kembali mempertanyakan tentang indikator kemiskinan yang pernah disampaikan, bahwa penyebab kemiskinan parigi moutong ini adalah orang kaili malas sementara 14 indikator kemiskinan dalam data BPS, Paslon SABAR tidak menemukan, sehingga dia butuh penjelasan terkait orang kaili malas.

“yang saya tanyakan salah satu indikator kemiskinan yang pernah beliau sampaikan,  dalam kesempatan saat ini menyampaikan visi misi bahwa penyebab kemiskinan parigi moutong ini adalah orang kaili malas, menentukan indikator tersebut saya butuh penjelasan, memang pada persentase cukup tinggi 17,28% yang pada kategori 82000 jiwa masuk pada kategori miskin,” jelas Amrullah.

Dengan pertanyaan itu, Paslon SABAR kembali menjelaskan terkait pertanyaan yang ditanyakan paslon AMIN. Kata Samsurizal, pihaknya tidak menyebutkan kaili malas, akan tetapi merubah budaya kerja yang di contohkan suku jawa yang jam 06.00 pagi sudah di pemanpam dan kemudian jam 10.00 mereka istirahat dan jam 12.00 mereka kembali lanjutkan lagi sampai jam 17.00 untuk bekerja.

“mari kita lihat dulu warga kita termasuk keluarga saya, jam 06.00 masih tidur, jam 09.00 baru bangun dan jam 10.00 baru ke sawah budaya ini yang harus kita robah, ini pengalaman saya ketika saya memiliki sawah yang di kerjakan oleh mereka dari suku bali dan jawa hasilnya 28 karung gabah, sementara yang di kerjakan oleh paman saya sediri hanya 8 karung gabah inilah budaya yang harus kita rubah jangan sampai kalah dengan suku lain,” ungkap Paslon SABAR. TOMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *