15 instansi dilibatkan penanganan stunting Parigi Moutong 2021

oleh -88 views

Sebanyak 15 instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dilibatkan dalam percepatan penurunan angka stunting di daerah itu pada tahun 2021.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong Irwan di Parigi, Senin (20/12/2021) memaparkan, 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat langsung itu di sesuaikan dengan kebutuhan penganan pada desa lokus.

“Bukan berarti OPD lain tidak dilibatkan. Semua instansi berperan mendukung program ini agar percepatan penurunan angka kekerdilan teratasi secara tuntas,” kata Irwan.

Ia mengemukakan, dari instansi yang terlibat enam diantaranya merupakan OPD pengampuh yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPRP), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Sosial.

Lalu instansi pendukung yakni Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Bagian Tata Pemerintahan serta Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Pemkab Parigi Moutong.

“Tahun ini lokus program stunting kurang lebih 36 desa dengan dengan realisasi capaian 11,4 persen. Setiap tahun Parigi Moutong mampu menekan angka kasus kekerdilan,” ujar Irwan.

Tahun 2022, katanya, pemerintah setempat juga akan menggandeng instansi vertikal, salah satunya Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Parigi Moutong dalam rangka pencegahan perkawinan dini, bahkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga telah membentuk tim pendamping keluarga untuk membantu percepatan penurunan angka stunting.

Selain itu, dalam rangka intervensi program stunting, pemerintah setempat mengacu pada hasil analisis situasi yang dilakukan oleh tim ahli dari kalangan akademisi untuk menentukan hal-hal urgensi di suatu desa lokus, sehingga dalam penanganan nanti disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.

Yang mana, pemerintah setempat menggunakan 20 indikator penilaian dengan berbagai metode pendekatan melekat pada masing-masing instansi pengampuh maupun pendukung.

“Tahun depan target penurunan angka stunting Parigi Moutong 9 persen. Kami sangat optimis mampu menekan kasus kekerdilan ini hingga nol stunting di tahun-tahun berikutnya. Parigi Moutong sesungguhnya sudah berada di bawah target angka Nasional,” demikian Irwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.