Dugaan Konspirasi Oknum Anggota PPILN dan PLN ULP Parigi, Dari 12 Rumah Enam Dipasang Tanpa Meteran

oleh -223 views
Steven, Anggota PPILN cabang Parigi. Foto IST.

PARIMO, Pospena.com- Kong-kalikong Oknum pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Parigi dengan Oknum anggota PT Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PT. PPILN) sebagai pemegang SLO Wilayah Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) jelas merugikan negara, pasalnya dari 12 rumah yang mendaftar sebagai pelanggan, ada enam rumah yang dipasang tanpa meteran oleh Steven salah satu oknum anggota PPILN.

Warni, warga desa siniu, kecamatan siniu yang rumahnya pernah disambung oleh Steven mengaku sudah lama mendaftar meteran listrik namun sudah sekitar enam bulan belum juga dipasang, sehingga dia dan lima warga lainnya mendesak steven agar secepatnya melakukan pemasangan meteran listrik Prabayar daya 450 KWH.

“kami sudah membayar biaya pendaftaran meter sambung baru senilai Rp. 1.500.000, tapi ternyata baru bulan kemarin di daftar oleh Steven yang mengaku sebagai anggota PPILN, sebelum lebaran kemarin kami mendesak dia untuk dipasangkan secepatnya meteran tersebut, tetapi dia menyambung tenaga listrik tanpa meteran,”jelasnya.

Aspar, Salah warga yang ikut membantu dalam pengurusan meteran itu mengaku pernah berkordinasi dengan Reza salah satu Supervisor di PLN ULP Parigi, dan Reza mengatakan bahwa ada data pendaftran pelanggan baru yang di masukan oleh steven, sehingga Reza sempat meminta maaf kepada aspar atas kekeliruan yang dilakukan oleh anggotanya yang ada dilapangan.

“ternyata berkas pendaftran itu baru sekitar bulan lalu dimasukan oleh Steven, sehingga ada permohonan maaf dari Reza atas kesalahan anggotanya,”Ungkapnya.

Lanjut aspar, ada 12 unit meteran pelanggan di desa siniu di daftarkan melalui Steven, rata-rata Rp. 1.500.000 per unit 450 KWH, jadi total 12 unit meteran itu sekitar Rp. 18.000.000 uang pendaftaran di tangan Steven.

Saat di konfirmasi Via Telpon, Steven selaku pemegang SLO pura-pura tidak tau, setelah disebut jumlah unit dan pelanggan dia baru mengakui bahwa ada pemasangan baru yang diurusnya. Ditanyakan soal berkas yang dimasukan pelanggan, dia mengaku baru sebulan lebih berkas itu ditangan Reza dan sementara proses menunggu KWH meter, sementara dia menjelaskan kepada pelanggan meteran itu sudah ada, namun terkendala Kabel SR belum ada.

Steven mengakui bahwa ada biaya kerjasama agar meteran itu cepat direalisasikan oleh Reza, tetapi ditanyakan biaya kerjasama berapa perunit dia kembali tidak mengakui hal tersebut.

“saya tidak perbah sebut ada biaya kerjasama dengan Reza agar meteran cepat dikeluarkan, sepeserpun tidak ada,”Katanya.

Terkait penyambungan Listrik Tanpa metrean Steven juga tidak mengakui hal itu, padahal pelanggan sendiri yang mengaku bawa pemasangan itu pernah dilakukannya, namun selang sebulan lebih dia kembali memutuskan penyambungan tersebut karena Reza tidak bertanggung jawab atas penyabungan tanpa meteran.

“saya tidak pernah melakukan penyambungan listrik kepelanggan tanpa meteran, dan jika saya yang melakukan saya siap bertanggung jawab,”tegasnya.

TOMMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *