Rivai : Jalur Dua Petapa – Boyantongo Harus Menjadi Jalan Nasional

oleh -1 views
Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Parimo (PLH) Moh. Rivai ST

Parimo, Pospena.com– Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) telah mengusulkan Peralihan status jalan daerah menjadi jalan nasional, jalan tersebut yakni jalur dua Petapa Boyantongo, sepanjang 17 kilometer dan lebar 35 meter.

Moh. Rivai Pelaksana Tugas Harian (PLH) Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Parimo Via Telpon Rabu 12/08 mengatakan, pihaknya telah mengusulkan status jalan jalur dua Petapa Boyantongo, menjadi jalan nasional. Namun, status jalur dua saat ini masih milik daerah, tetapi pemerintah daerah akan menyerahkan pengelolaannya kepada pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional.

“upaya komunikasi dengan pihak balai sudah terlaksana, nanti rencananya pihak balai akan membantu proses pengurusannya, sebab kewenangan ini berada dipusat,” kata Moh. Rivai beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, secara teknis pengelolaan jalan seharusnya berada ditangan balai, sehingga biaya pemeliharaan jalan akan berkurang dari tanggungan pemda parimo.

“biaya pemeliharaan jalur dua itu cukup besar seperti trotoar, jembatan dan masih banyak lagi fasilitas penataan jalur dua,”Ungkapnya.

Menurut dia, dalam pengurusan status jalan itu, pihaknya masih terkendala dengan syarat utama yakni sertifikat tanah dibawah jalan untuk diserahkan kepada pihak kementerian terkait.

“Saat ini kami direkomendasi oleh pihak BPK untuk seluruh jalan kabupaten yang ada harus dilengkapi sertifikat tanah,”terangnya.

Sementara untuk jalan yang berada di dalam kota Parigi yang menjadi jalan nasional baik pusat dan balai tidak dapat lagi melakukan pelebaran jalan disebabkan, sudah banyaknya bangunan yang menjadi penghambat untuk dilakukan pelebaran. Apabila dipaksakan untuk pelebaran, akan banyak resiko yang dihadapi, sehingga perbaikan jalan yang ada hanya sampai di wilayah Desa Lebo.

“Karena waktu itu, sempat pihak balai akan membangun trotoar, tapi setelah mengecek di lapangan kondisinya tidak memungkinkan,” pungkas Rivai. (TM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *