Oknum Supervisor PLN ULP Parimo Persulit Pasangan Meteran Listrik

oleh -267 views
Ipran, Pemilik rumah yang merasa dipersulit oleh pihak PLN ULP parigi sehingga sampai saat ini meteran listirknya belum terpasang hanya karena menggunakan nomor orang lain saat mendaftar.

PARIMO,Pospena.com- Hanya persoalan Nomor Handphone pemegang perusahaan yang membidangi Standar Layak Oprasi (SLO) saat mendaftarkan pemasangan listrik via online https://layanan.pln.co.id/ atau melalui sambungan telpon 123, Supervisor LO sengaja mempersulit pelanggan yang hidupnya dibawah garis kemiskinan.

Ipran warga Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengaku, dia di interogasi oleh Supervisor Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena pada saat mebawa Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) yang berisi mengenai hak dan kewajiban serta pertanggungjawaban kontraktual kesepakatan yang terjadi antara konsumen dengan PT PLN, justru diberondong dengan pertanyaan yang seharusnya tidak ditanyakan oleh pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Parigi.

“ pada saat antar berkas saya ketemu dengan Reza Supervisor layanan pelanggan pasang baru, saya diperiksa dilihat sudah foto copy KTP saya, malah ditanyakan lagi apakah betul ini bapa..? Ini nomor HP yang online punyanya orang lain..? malah dia menyakan profesi dan sekolah saya sebagai apa,”Ungkapnya.

Lanjut ipran, pemasangan itu hanya bantuan, hendrik membantunya karena melihat kondisi rumah yang belum memiliki meteran listrik sendiri pada saat di meminta bantuan berobat, dia juga tidak tau bahwa hendrik sudah mendaftrakan meteran listirk Via Online. Setelah dia mendaftrakan Via Online hendrik datang ke rumah berikan dua lembar kertas untuk dibawa ke PLN.

“tidak ada dana sepeserpun yang saya keluarkan untuk pemasangan ini, karena saya sudah membantunya, maka dia juga membantu saya dengan pemasangan Meteran listrik, kalau persoalan nomor yang di jadikan bahan bahwa dia calo, saya juga tidak paham terkait pendaftaran lewat Online, jika memang saya harus mendaftar sendiri, tentunya saya juga harus menggunakan  dana sendiri,”Ujar Ipran.

Hendrik selaku pemegang kuasa perusahaan PT. Cahaya Zalvi Pratama yang membantu bapak Ipran dalam proses pendaftran pasang baru melalui Via Online yang dianggap Supervisor PLN ULP parigi, kabupaten Parimo sebagai Calo. Sementara hendrik memiliki sertifikat layak oprasi di wilayah PT PLN (Persero) ULP Parigi.

“selain membantu dia saya juga punya legalitas perusahaan SLO, dan saya membantu ipran, tidak hanya sebatas mendaftarkan meteran tetapi membayar biaya sambung baru karena dia membantu saya menyembuhkan penyakit yang saya derita, tapi aneh Oknum Supervisor Reza dan Herman menganggap saya sebagai calo meteran listrik,”terangnya.

Hendrik menegaskan, beberapa oknum supervisor menganggap dia sebagai calo meteran listirk, dia akan melaporkan nama baik perusahaan yang bernaung di Aklindo.

“menurut informasi herman akan melaporkan saya untuk menuntut nama baiknya karena telah melaporkan ke Aplikasi pengaduan dan keluhan terpadu (APKT) atau Via Telpon 123, sehingga saya juga menunggu dan akan melaporkan balik persoalan kongkalikong Oknum di PLN ULP parigi,”tegasnya,

Sementara Reza yang dikonfirmasi langsung dikantornya pada tanggal 13/07/2020 kemarin mengaku Kewenangan SLO itu tidak harus mendaftarkan pelanggan baru, hanya sebatas memiliki Sertifikat Layak Oprasi yang mensahkan bahwa pelanggan itu sudah layak dialiri listrik.

“Fungsi SLO itu hanya menginstalasi sambungan dalam rumah, bukan membantu mendaftarkan pelanggan,”Kata Reza Supervisor di PLN ULP Parigi.

Dia juga menjelaskan, Seharusnya caal center itu dipakai di wilayah yang memiliki jaringan sangat bagus, contoh wilayah jawa, untuk wilayah parigi ada yang sangat jauh dari jaringan sehingga kami wajib merestitusi.

“pelanggan yang direstitusi adalah pelanggan yang tidak memenuhi sarat yaitu jauh dari jaringan. Batas jarak dari titik jaringan sepanjang 30meter, seperti wilayah kasimbar yang jauhnya mencapai satu kilometer tidak bisa kami layani karena faktor tegangan yang tidak mencapai standar PLN,”ucapnya.

Tambah Reza, pihaknya juga memblokir pelanggan melalui calo yang ditemukannya pada saat melakukan survei.

“pada saat survei ternyata pemilik nomor itu adalah Calo, sehingga saat kami menghubunginya yang angkat bukan pelanggan itu sendiri tetapi Calo yang mendaftrakan via online 123, sedangkan pak ipran dia memiliki kontak sendiri.”Jelas Reza kepada media ini.

Untuk mengetahui siapa calo sebenarnya, Reza mengatakan calo itu yang mendaftrakan pelanggan, seperti pak hendrik, mendaftarkan tiga unit meteran listrik, dan Reza juga mengakui bahwa saat dia menghubungi pelanggan tapi yang angkat adalah pak hendrik, sementara pak ipran datang langsung ke PLN sehingga pihaknya tau alamatnya dan langsung kita menyetujui permohonan tersebut.

TOMMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *