DPRD Parimo Terima Usulan Revisi Perda RTRW dan LP2B DPUPRP

oleh -13 views
Rivai ST. Sekertaris Dinas PUPRP Kabupaten Parigi Moutong.

DPRD Parimo Terima Usulan Revisi Perda RTRW dan LP2B DPUPRP

Parimo,Pospena.com- DPUPRP usulkan revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) kepada DPRD untuk dilembar daerahkan.

Kepada sejumlah awak media, Rivai, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan, karena Perda RTRW itu sudah berlangsung lima tahun dan berdasarkan aturan seharusnya dilakukan revisi. Maka pihaknya mengajukan Raperda tersebut untuk dilakukan perbaikan sesuai dengan kondisi wilayah saat ini.

Apalagi kata dia, dalam Perda Nomor 2 tahun 2011 telah dijelaskan tiga ketentuan untuk melakukan revisi yakni lima tahun sekali. Kemudian, terjadinya perubahan wilayah yang dicontohkannya ketika terjadi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) dan terjadinya bencana alam.

“Kalau misalnya DPUPRP usulkan Perda ini dan ditetapkan sekarang, kemudian bulan depan terbentuk DOB maka dengan sendirinya batal lah Perda ini,” ungkapnya, Senin (2/3).

Dijelaskannya, pada tahun 2016 yang lalu materi teknis dari Raperda tersebut sudah selesai disusun. Namun dikarenakan lamanya proses di Badan Informasi Geospasial dan terjadinya bencana alam 28 September 2018 kemarin maka terjadi lagi perubahan.

Perubahan Perda RTRW karena bencana alam lanjut dia, karena munculnya aturan yang menyatakan harus memasukan mitigasi bencana.

“Jadi di Perda ini semua sudah jelas. Mulai dari penentuan kawasan pemukiman, pertanian dan hutan semua sudah terbagi didalamnya,” sebut Rivai.

Ditanyakan soal kawasan pertambangan mineral, Rivay menerangkan baru di Moutong dan Taopa. Sedangkan yang lainnya termasuk Sausu dan Kayuboko belum masuk didalamnya.

Kawasan itu kata dia, masih dalam proses untuk dimasukan kedalam Perda RTRW yang akan disahkan oleh DPRD Kabupaten Parimo yang pembahasannya sementara berjalan.

“DPUPRP usulkan revisi ini, termaksud jika dalam tahapan pembahasan, malahan berkembang untuk itu kenapa tidak. Justru Palasa masuk, karena masuk peta tersendiri,” tuturnya.

TOMMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *