Korupsi Ratusan Juta, Hadiah Rompi Orange Buat Mantan Bendahara RS Pratama Moutong

oleh -1.193 views
Wirna Edward Hanafi, tersangka kasus korupsi pembayaran gaji Honorer dan Dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap) serta gaji direktur Rumah Sakit (RS) Pratama Moutong yang berubah nama menjadi RS Bulue Nopoae. Foto : TM

PARIMO,Pospena.com- Kejaksaan Negeri Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggiring Wirna Edward Hanafi, mantan bendahara pengeluaran dengan mobil tahanan ke rutan olaya kerana telah menyelewengkan dana senilai Rp. 300.593.500.17 untuk pembayaran gaji Honorer dan Dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap) serta gaji direktur Rumah Sakit (RS) Pratama Moutong yang berubah nama menjadi RS Bulue Nopoae.

Wirna yang terjerat kasus korupsi dana pembayaran gaji Honorer dan Dokter PTT RS Bulue Nopoae saat ini telah mendekam di rumah tahanan (Rutan) desa olaya Kamis 26/09 pukul 17.00.

Alkaf, Kepala Kejaksaan Cabang Moutong yang ditemui sejumlah media mengatakan, kasus tersebut memang sudah sangat lama, yakni dari tahun 2017 kemarin, Walaupun berita ini sudah sering di ekspos namun pihak kejaksaan tetap bertahan karena harus sesuai dengan standar Oprasional Prosedur (SOP).

“Kenapa baru kali ini kami ekspos, mengingat jangan sampai tersangka menghilangkan barang bukti dan melarikan diri, sehingga antisipasi itulah yang kami bangun untuk memulusakan proses penyelidikan,”kata KacabJari.

Lanjut Alkaf, adanya penghitungan Valid dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tengah yang sudah kami terima, ternyata hasil kerugian negara tersebut mencapai Rp. 300.593.500.17, Menurut Alkaf, kerugian tersebut lumayan besar.

“modus penyelewengan dana dengan cara melengkapi berkas pencairan di moutong lalu di bawa ke parigi, dia sebagai bendahara menyuruh para honorer dan dokter PTT bertanda tangan terlebih dahulu demi persaratan pencairan gaji, setelah diurus barulah yang bersangkutan ke parigi mengurusnya  di Dinas Kesehatan dan mencairkan dana tersebut karena anggaran RS Pratama Moutong masih melekat di dinas kesehatan kabupaten parimo”jelasnya.

Dia menambahkan, Kesempatan yang dilakukan oleh tersangka karena ketika tersangka menerima dananya, tersangka menerima dalam bentuk tunai dan dibawa ke Moutong, disitulah bahayanya, bahkan ada yang di transfer ke rekening pribadi yang bersangkutan.

“Memang ada beberapa transferan ke rekening lain, selain ke rekening pribadinya, tersangka juga mentransfer ke rekening sang suami dari tersangka, dan ini masih dalam proses persidangan, dan tidak menutup kemungkinan ada lagi yang menjadi target dalam kasus ini termasuk yang berperan aktiv membantu tersangka,”Tegasnya.

TOMMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *