Kepala Desa Ini Ancam Wartawan dan Berkata Kotor

oleh -252 views
Kepala Desa Lambanau, Hery Efendy yang mengancam wartawan dan berkata kotor. Foto : Ist.

PARIMO, Pospena.com – Kepala Desa Lambanau Kecamatan Ongka Malino Kabupaten Parigi Moutong yang diketahui bernama Hery Efendy mengancam salah seorang wartawan matarakyat.com saat hendak dikonfirmasi Dana Desa (DD).

Dikutip dari laman matarakyatindo.com, salah seorang wartawan yang diketahui bernama Nazar T. Pakaya mencoba menghubungi Hery Efendy melalui telepon genggamnya pada Rabu (18/7/2019).

Namun, tidak mendapat jawaban dari sang Kepala Desa tersebut.

Tak lama kemudian, Hery Efendy menelepon balik Nazar yang saat itu tengah berbincang dengan rekannya.

Dalam percakapan itu, Nazar menanyakan perihal pernyataan Hery Efendy yang berjanji akan menyerahkan dokumen APBdes, RKPDes dan LPJ DD 2018 paling lambat dalam sepekan kepada pihak Pemerintah Kecamatan Ongka Malino seperti dilansir matarakyatindo.com sebelumnya.

Namun, hingga kini dokumen tersebut diketahui belum diserahkan oleh Kepala Desa Lambanau.

Merasa tidak terima dengan pertanyaan Nazar, Hery Efendi justru balik mengancam dan memaki hingga berkata-kata kotor.

Tidak hanya itu, sang Kepala Desa juga berniat mencari tempat tinggal wartawan tersebut dengan nada mengancam.

Selain Kepala Desa, salah seorang rekan Hery Efendy yang saat itu sedang bersamanya juga ikut-ikutan memaki-maki serta mengancam Nazar.

“Saya bahkan disuruh menggunakan rompi anti peluru oleh rekan Kepala Desa yang tidak saya kenali itu. Selain itu, Kepala Desa tersebut juga mengatakan kalau saya bisa pendek umur dan diminta untuk menggunakan ilmu kebal. Itu jelas bahasa mengancam. Atas saran redaksi, saya melaporkan tindakan oknum Kepala Desa itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (SPKT) Polsek Bolano Lambunu dengan bukti rekaman audio,” ujar Nazar.

Menurut Ketua Dewan Pembina matarakyatindo.com, Situr Wijaya, sikap arogan Kepala Desa tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik.

Bahkan, tindakan Kepala Desa tersebut jelas melanggar Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Dalam UU tersebut kata dia, pada Pasal 18 Ayat 1 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 menjelaskan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers dalam mencari, memperoleh, menyampaikan gagasan dan informasi, terkena sanksi ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda maksimal Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

“Jika pihak Polsek Bolano Lambunu tidak menanggapi laporan tersebut, kami akan melaporkannya langsung ke Mabes Polri. Bahkan ke Dewan Pers. Selama ini, intimidasi dan penghinaan terhadap profesi jurnalis tidak ada yang kebal hukum,” terangnya.

TOMMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *