Palsukan Tanda Tangan Nisman, Sekdes Bolano Tengah Meminta Maaf Sambil Menangis.

oleh -1.257 views
Nisman Sekertaris Desa (Sekdes) Bolano Tengah, Kecamatan Bolano Lambunu Foto : IST.

PARIMO,Pospena.com- Sekertaris Desa (Sekdes) Bolano Tengah, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diduga terlibat dalam pemalsuan tanda tangan verifikasi Pengajuan gaji tahun 2019 .

Hal itu di benarkan oleh Purnama, salah satu pegawai kantor kecamatan Bolano selaku tim Verifikasi kecamatan Saat di konfirmasi media ini, Purnama mengatakan, karena merasa bersalah, Nisman, Sekdes bolano tengah datang ke kantor camat meminta maaf sambil menangis-nangis.

“Memang benar dia memalsukan tanda tangan untuk verifikasi pengajuan gaji tahap dua tahun 2019, tidak hanya sekedar minta maaf karena salah, justru Nisman menangis datang ke kantor ini,”kata Purnama .

Tidak hanya pemalsuan tanda tangan, desa bolano tengah juga memiliki banyak penyimpangan anggran Dana Desa (DD) di tahun 2018. salah satunya adalah perahu wisata yang di anggarkan tahun 2018 kemarin senilai Rp. 20.000.000, namun sampai tahun 2019 ini, bentuk fisik kapal wisata tersebut belum nampak wujudnya.

Masnun, anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) kepada Pospena.com mengatakan, desa Bolano Tengah ini memang banyak penyimpangan, mulai dari perahu wisata, pembelian lahan kantor desa senilai Rp. 15.000.000 yang ada dalam anggaran, namun yang dibayarkan baru senilai Rp. 10.500.000. pada tahun anggaran 2018.

“justru ada dana 50 juta Rupiah yang tiddak jelas,  apakah anggaran BUMdes  atau dana pemberdayaan, menurut Pemdes katanya dana tersebut untuk BUMdes tetapi pengelolaannya bukan dari pihak BUMdes, transfransi APBdes di desa ini membuat masyarakat bingung tentang anggaran setiap pekerjaan, papan proyekpun tidak di pajang,”ungkapnya.

Masnun dan rasli yang keduanya adalah TPK justru mempertanyakan kinerja dan tanggung jawab pemerintah kecamatan selaku pembina, dan pengawas dana desa. pekerjaan tahun 2018 seperti sumur suntik senilai Rp. 127.000.000, pembuatan tanggul Rp. 179.000.000 semuanya bermasalah, namun aneh jika pemerintah kecamatan tidak menemukan penyelewengan dana desa yang di lakukan oleh kepala desa dan sekdesnya.

“dari sekian banya penyalagunaan dana di tahun 2018 termasuk wifi yang anggarannya RP. 70.000.000 dan ketambahan Rp. 35.000.000. dengan total anggaran Rp. 105.000.000 tersebut sampai saat ini wifi tidak berfungsi, ,karena belum memiliki koneksi jaringan,”jelasnya.

ALJAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *