Pakai Dana Bumdes, Kades Lobu Mandiri Di Soroti Masyarakatnya.

oleh -328 views
Gambar Ilustrasi.

PARIMO,Pospena.com- Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) seharusnya lahir dari kehendak masyarakat desa yang diputuskan melalui Musyawarah Desa (Musdes). Yang melahirkan berbagai keputuan utama dalam BUMDes mulai dari nama lembaga, pemilihan pengurus hingga jenis usaha yang bakal dijalankan di desa tersebut. Namun di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Justru dana BUMdes di pakai oleh kadesnya.

Salah satu warga yang menemui media ini dan enggan di sebutkan namanya mengatakan, sebagai kekuatan untuk mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa lobu mandiri dengan cara menciptakan produktivitas ekonomi bagi desa dengan dasar pada ragam potensi yang dimiliki desa, seharusnya dana BUMdes tersebut sudah terkelola dari tahun 2018 kemarin.

“Kami masyarakat berharap dana itu sudah di kelola, jika Pemerintah Desa (Pemdes) melalui Ketua BUMdes bahwa dana tersebut di pakai oleh kades dengan alasan peminjaman, maka kami masyarakat sama sekali tidak mengetahui jejak keuangan BUMdes itu larinya kemana apa lagi sampai ada isu yang tidak jelas terkait nota pinjaman oleh kepala desa,”katanya dengan nada kesal.

Sementara itu kepala desa lobu mandiri, Yusak Gigir mengatakan, bahwa dana pinjamnya itu bukan dana BUMdes, melainkan dana gereja berdasarkan kwitansi gereja yang ada di tangannya dan di sepakati oleh Ramuan selaku ketua BUMdes.

“yang saya pinjam sama ketua uang gereja, bukan uang BUMdes, sesuai pinjaman saya sama dia ada kwitansinya gereja, dan yang saya pegang kwitansi gereja bukan kwitansi BUMdes,”Kata Yusak.

Sebelumnya media ini mengkomfirmasi Yusak Via telpon, namun sama sekali tidak dijawabnya, setelah media ini berusaha menemui Ramuan selaku Ketua BUMdes (24/05), tanpa sengaja kades lobu mandiri juga datang untuk menemui ketua BUMdes yang membahas dana pinjamannya.

Menurut Kades Yusak, uang senilai tujuh juta rupiah yang menjadi pinjamannya itu dipakainya demi keperluan pribadi, tetapi kata dia uang tersebut sudah dikembalikan.

“saya bilang kemasyarakat uang tersebut tanggung jawabnya saya, karena mereka belum belanjakan dan kebetulan ada kebutuhan jadi saya pinjam tapi yang pasti mereka sudah pertanggung jawabkan kegiatan itu,”ucapnya.

Ramuan yang dikonfirmasi kembali via telpon mengaku bahwa dana yang di pinjamkan kepada kades yusak tersebut dalam kwitansi pinjaman dana BUMdes, bukan kwitansi dana gereja, dan sampai saat ini juga uang tersebut belum di kembalikan. Dengan tegas ketua BUMdes Ramuan menceritakan kronologi peminjaman uang tersebut yang awalnya kades datang meminjam uang BUMdes senilai tujuh juta rupiah, namun dia mengatakan dengan jumlah itu dia tidak punya, mengingat dana BUMdes tersebut di simpan di Bank. Tetapi ramuan mengatakan bahwa ada uang gereja senilai tiga juta rupiah di tangannya untuk pembangunan gereja.

“ceritanya uang bumdes itu di simpan di bank, malam itu dia datang pinjam terus saya katakan, kita tidak bisa langsung tarik sendiri karena uang itu harus di tarik bersama bendahara, dan nanti satu dua hari ini akan dibicarakan  dengan bendahara, tetapi kades langsung mengatakan, saya pinjam dulu uang gereja kalau ada”Kata Ketua BUMdes.

Lanjut ketua BUMdes, mengatakan bahwa uang itu ada, dan dia tidak sembunyi-sembunyi, dengan syarat jangan terlalu lama karena pihak gereja pakai untuk membangun. Setelah dia mengambil  uang itu diban bersama bendahara senilai tujuh juta rupiah, Ramuan Ketua BUMdes langsung memotong pinjaman uang gereja senilai tiga juta rupiah dan memberikan sisa pinjamannya senilai empat juta rupiah kepada kades yusak gigir.

“setelah di tarik tunai dana itu, saya mau kembalikan uang gereja karena ini uang jemaat, dan saya bilang kebendahara buatkan kwitansi tujuh juta pinjamannya kades dan saya potong ini tiga juta karena uang gereja ini yang dia pinjam lalu,”tutupnya.

TOMMY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *