Praktek Curang Anggaran DD, Pembangunan Taman Desa Malalan Amburadul.

oleh -449 views
Pembangunan taman desa, Mutiara indah malalan diduga tidak sesuai RAB.

 PARIMO, Pospena.com-  Amburadulnya proyek pembangunan taman desa, taman yang semestinya menjadi hiburan masyarakat pedesaan, justru Pemerintah Desa (Pemdes) Malalan Kecamatan Mepanga  Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018 diduga tidak sesuai  dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pasalnya, pemdes Malalan menganggarkan 148 juta rupiah untuk proyek tersebut, namun menurut informasi yang diterima warga bahwa anggaran itu  tidak cukup untuk pembangunan taman tersebut sehingga terlihat berantakan dan sengaja ditempelkan ditanggul abrasi yang di bangun pemda parimo, modus tersebut tak lain untuk mengurangi anggaran serta meraup keuntungan.

“setiap kali kegiatan di programkan oleh desa, pasti jawaban dari Kepala desa selalu rugi, salah satu contoh taman yang anggarannya senilai 140 juta rupiah lebih, padahal dalam anggran tersebut ada juga bantuan semen dari Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu sebanyak seratus sak untuk taman itu” Ungkapnya.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat di temui media beberapa waktu lalu mengatakan, dia merasa binggung dengan sikap dan cara pengelolaan DD di desanya. Masalahnya anggaran pembangunan taman saja ada kejanggalan, yang seharusnya memakai pondasi dan paving blok sengaja di tiadakan oleh kades, apa lagi menyangkut pekerjaan lainnya.

Dia juga mengatakan, bantuan semen yang sebenarnya yakni sejumlah dua ratus sak, namun dibagi di dua proyek, yaitu Mesjid sejumlah seratus sak, dan taman seratus sak, namun aneh, yang seratus sak untuk mesjid sampai saat ini juga belum terealisasi.

“bantuan itu tidak hanya untuk taman, tetapi sebahagiannya untuk mesjid, dari jumlah semen sebanyak dua ratus sak. Dan itu diuangkan oleh Bupati senilai Delapan juta rupiah, tidak berbentuk barang ,”Bebernya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Malalan, Arsin yang di konfirmasi Via Telpon  menjelaskan, pembangunan taman di dusun IV desa malalan yang di anggarakan tahun anggaran 2018 sekitar 148 juta rupiah lebih itu. Menggingat dana tersebut tidak cukup untuk memperindah taman, sehingga pondasi hanya menempempel sesuai yang digambar  oleh kosultan.

“proyek itu memang tidak memakai  pondasi, adapun pondasi disusun hanya beberapa Centimeter sesuai dengan ketinggian  gambar  yang diberikan kosultan, istilah­nya hanya menumpang lalu saya tanya kepada teman-teman mereka menjawab  tidak apa-apa yang jelas tidak ada galian, lansung di sambung tidak ada masalah,”katanya.

Lanjut Kades, tanggul abrasi itu memang memakai dana Pemda kabupaten parimo. dia mengatakan bahwa aturan yang bersifat kewenangan kabupaten dan desa justru kades meminta untuk bekerjasama dengan media menjelaskan itu.

“Gambar tersebut berasal dari konsultan yang pernah bekerja di dinas pekerjaan umum kota palu, namun aturan itu sama sekali saya tidak tau. Dia hanya mengatakan bahwa pekerjaan tersebut tidak bermasalah selagi ada kesepakatan bersama,”ucapnya.

Dia juga menambahkan, Terkait bantuan 200 sak semen yang di uangkan dengan nilai delapan juta rupiah, memang benar bantuan tersebut untuk dua pekerjaan yakni, mesjid dan taman, namun untuk seratus sak semen tersebut masih juga tidak mencukupi mengingat bahan bangunan yang melonjak pasca bencana, sehingga 148 juta rupiah  ditambah bantuan bupati belum cukup untuk pembangunan taman tersebut. Sedangkan untuk seratus sak lagi masih diamankan dan sudah dikordinasikan dengan panitia pembangunan mesjid.

TOMMY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *