Dinsos Dampingi Penyandang Disabilitas

oleh -203 views


PARIMO, Pospena.com– Dinas Sosial (Dinsos) Parigi Moutong lakukan pendampingan peyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK) grahita. Pendampingan ini secara intens dilakukan sejak dilauncingnya kampung peduli penyandang disabilitas grahita, belum lama ini.

Kepala Dinsos Parigi Moutong, Arman Maulana mengatakan, ada beberapa tipe penyandang disabilitas seperti cacat mental atau intelektual, cacat motorik/fisik, cacat netra.

“Kami intervensi adalah ABK Grahita yang keterbelakangan mental,” kata Arman.

Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, ada 16 kecamatan yang diidentifikasi memiliki anak penyandangan disabilitas. Berdasarkan data awal itu ditemukan ada 382 penyandang disabiltas, yang saat ini dilakukan penjangakauan dan pembinaan.

“Dilakukan di Kecamatan Parigi dan Parigi Tengah sebagai basis terbesar komunitas penyandang grahita sebanyak 50 orang,” katanya.

Penjangkauan dan pembinaan ini katanya, harus dilakukan dengan serius, karena penyandang disabilitas juga harus diperlakukan sama dengan anak normal lainnya yang juga membutuhkan kasih sayang dan pemenuhan hak-hak lainnya.

Dia menambahkan, untuk melakukan penjangkauan dan pembinaan Dinsos melibatkan pihak Yayasan Bina Grahita Palu 4 orang, Sekolah Luar Biasa (SLB), tim Dinas Kesehatan, tim dokter psikologi, Bappelitbangda, DP3AP2KB, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH ) dan pendamping yang sifatnya relawan. PKH juga memiliki fungsi melakukan pendataan bila dalam rumah tangga dampingan ada anak cacat bisa masuk dalam data.

“Penyandang disabilitas grahita ini banyak yang memiliki potensi dan perlu dikembangkan, mereka juga berhak diberikan kesempatan untuk menyalurkan kreativitasya,” ujarnya.Ada beberapa penyandang disabilitas di Parigi Moutong yang memiliki prestasi mendunia seperti Almarhum Pelo yang mengikuti lomba lari di Cina, dan anak disabiltas dari kecamatan Ampibabo yang berhasil membawa nama Indonesia ke Australia dalam ajang lomba renang dan mendapatkan medali emas.

“Itu terlalu jauh kita menbayangkan prestasi dunia, tujuan utama kita adalah mereka bisa mandiri, membagun percaya diri, agar tidak banyak menggantungkan diri pada orang lain,”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *