Gaji Honor RS Pratama Moutong Raib Ditangan Bendahara

oleh -1.287 views
Dr. Revy Tilaar, Kadis Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong. (Foto/TOMMY)

PARIMO, Pospena,com- Sebanyak 86 orang tenaga honorer yang bekerja di Rumah Sakit (RS) Pratama Mouotong, hingga saat ini belum menuai kejelasan tentang gaji mereka yang raib ditangan bendahara pengeluaran gaji di RS tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parimo, Dr. Revi Tilaar, yang dikonfirmasi Media Ini diruang kerjanya (24/05) menjelaskan, persoalan gaji tenaga honor pernah dibawa ke ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten parimo, dilakukan hearing, dan Mirna, selaku bendahara pengeluaran mengakaui untuk mengganti.

“yang bersangkutan mengaku akan mengganti uang itu tertanggal 12 mei 2018 ini, jika pada tanggal 12 mei tidak di ganti maka pihak tenaga honor langsung melaporkan kepada pihak penegak hukum. Namun janji itu masih meleset, sehingga penegak hukum Subsektor moutong masih melakukan perjanjian khusus untuk mengganti uang itu, jika tidak juga diganti, maka akan langsung diserahkan kepihak kejaksaan,” jelas Revi.

Dia juga mengatakan, Gaji honor tersebut telah dibuatkan pertanggung jawaban (SPJ) dan sudah ditanda tangani dan harus dicairkan sekitar tangal 20 Desember 2017, tetapi mirna selaku bendahara tidak membayarkan gaji tersebut kepada pihak honorer RS Pratama Moutong.

“saya sudah mengarahan untuk melaporkan kepihak penegak hukum dan itu sudah sesui kesepakatan, gaji honor itu sangat Fantastis, sekitar Rp. 58juta lebih,” ungkapnya.

Untuk mengetahui kejelasan gaji tersebut, media ini mengkonfirmasi Inzana, yang merupakan salah seorang pegawai honor yang bertugas di UGD RS Pratama Moutong. Dia mengungkapkan bahwa, dirinya sudah digaji oleh pihak rumah sakit dari bulan januari sampai dengan bulan april tahun 2018, tetapi untuk tahun 2017 tinggal bulan desember yang belum di bayarkan.

“untuk bulan desember memang belum terbayarkan, tetapi penerimaan Bulan januari sampai april sudah dibayarkan kepada sejumlah 112 orang honorer yang ada di RS Pratama Moutong, termasuk perawat, bidan dan dokter,” Ujar Inzana. TOMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *