Daerah Irigasi di Sejumlah Desa Bakal di Rehabilitasi

oleh -246 views
Sumber : Google

PARIMO, Pospena.com-  Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), akan melakukan rehanilitasi aerah Irigasi (DI), disejumlah Desa Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Hal tersebut dikemukakan Kepala Seksi (Kasi) Irigasi Bidang SDA, Muh Zubait, yang ditemui media ini diruang karya, Selasa (22/5).

Dia mengatakan, total dana di mana yang bersumber dari DAK sebesar Rp.4,9 miliar. Anggaran tersebut akan dibagi ditujuh DI, dengan jumlah bervariasi mulai dari pagu Rp.800 juta hingga terkecil sebesar Rp.300 juta, sesuai tingkat kerusakannya.

Menurut dia, tujuh DI yang akan direhabilitasi yang berlokasi di Desa Sausu, Tindaki, Petapa, Moutong, Ongka Persatuan, Galonggol dan Tomini.

“Total anggarannya Rp4,5 miliar, jumlah DI-nya ada tujuh dengan besaran dana yang bervariasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, DI yang masuk dalam daftar penganggaran, yang merupakan prioritas, karena banyak yang rusak seperti retak. Bahkan, juga.

Ditetapkannya tujuh DI tersebut untuk direhabilitasi kata dia, berdasarkan hasil pemantauan langsung yang dilakukan pihaknya, juga sesuai data laporan petugas irigasi. Sebab, kerusakan yang disebabkan oleh pemerintah desa, karena irigasi tersebut telah baku.

“Kami melakukan pemantauan terlebih dahulu, dan mengambil data petugas sebagai acuan untuk menentukan lokasi DI yang akan direhabilitasi,” kata dia.

Selain itu, ada pula yang dapat digunakan dalam APBD, yang berlokasi di Desa Ogotion, Irigasi Desa Kokotio Desa Pombalowo, Tolai Kanan dan rehabilitasi rumah jaga di Baliara.

Rehabilitasi yang dianggarkan APBD kata tersebut, berdasarkan pengusulan pemerintah desa setempat, seperti di Pombalowo. Sedang DI Desa Ogotiun melakukan pengajuan pegawai irigasi, yang mengalami kerusakan setelah pihaknya melakukan pemantauan.

Jumlah penduduk di Kabupaten Parmout sebanyak 34 kata dia, sebenarnya sangat besar untuk direhabilitasi, namun masih dapat melayani areal persawahan milik petani.

“Kami anggap tujuh DI yang dianggarkan melalui DAK dan APBD yang sudah menjadi tujuan saat ini. Kedepan, jika ada anggaran kami akan melakukan rehabilitasi dibeberapa lain, ”tuturnya. OZHAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *