Tambang Ilegan di Desa Air Panas Dikhawatirkan Merusak Lingkungan

oleh -500 views
Kondisi Tambang Illegal di Desa Air Panas, Kabupaten Parimo. (Foto/Ist)

PARIMO, Pospena.com- Tambang emas ilegal atau tak berizin penduduk setempat Air Panas Kecamatan Parigi Barat yang sudah ada sejak tiga bulan ini, dalam kondisi yang terbilang parah dan dikhawatir akan merusak lingkungan, sertamengh desa penghuni.

Berdasarkan pantauan media ini, tidak ada yang lebih dari tiga titik yang terkontrol menjadi lebih dari 10 hektar. Kedalam tanah yang digali menggunakan alat berat sebelumnya, untuk mencari muka sedalam 10-14 meter.

Sutomo, pemilik mesin dan manajer mengatakan, sebelumnya lahan tersebut disebut memghasilkan emas, karena sebelumnya jika hujan datang penduduk setempat sering menambang emas dengan cara mendulang. Jadi, kompilasi pihaknya memberikan kepada pemilik lahan untuk mengelola lahannya, kegiatan itu dilakukan tanpa izin lengkap.

Menurut dia, pembebasan lahan itu milik beberapa orang, yaitu Dewa warga Mertasari, Daeng warga Kelurahan Loji, dan Burhan dengan pembagian 20 persen dari hasil untuk para pemilik lahan dan pemilik lahan setelah dipotong bahan bakar dan makan. Alat-alat untuk kami dari Rahman P. Ondo, anggota DPRD diperiode sebelumnya dengan sistem sewa.

“Sudah tiga bulan kami kelola dengan kondisi seperti itu. Satu hari belum bisa dipastikan hasil, karena tanahnya adalah kedalaman delapan meter. Kalau sekarang masih lima gram, dengan keolah sekitar 11 meter, ”kata dia.

Dia menambahkan, pengelola tambang emas itu hanya menggunakan mesin menyedot udara dan pasir, tanpa bahan-bahan kemia yang diketahuinya akan mencemari lingkungan sekitar.

Selain itu mengaku, belum lama ini pihak Polda Sulteng telah melakukan peninjauan dilokasi tambang tersebut. Bahkan, pihaknya saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, dan wajib lapor yang setiap hari Senin.

“Saya wajib lapor sekarang, setiap hari Senin di Polda. Apakah kemudian tersimpan ke Kejaksaan belum tahu, jadinya Senin ini, ”ungkapnya.

Ditanyakan apakah ada larangan dari Polda Sulteng pasca peninjauan tersebut, Sutomo mengaku tidak. Bahkan, parahnya lagi pemerintah desa belum pernah sekalipun melakukan penayangan atau memberikan teguran atas kegiatan tersebut. Hal itu memang terlihat dengan terus beroperasinya para pekerja tambang emas dilokasi tersebut.

Sementara itu, Kasi Penegakan Hukum dan Penindakan pada Dinas Pengelola Lingkungan Hidup (DPLH) Parmout Idrus yang melakukan penunjukkan lokasi emas di Desa Air Panas dan Kayuboko mengatakan, kondisi yang terbilang parah karena lokasi tambang emas di Air Panas karena lokasi yang dekat dengan pemukiman warga.

Menurut dia, karena kedalaman tanah sudah mencapai 10 meter lebih, telah masuk pada lapisan tanah terdalam. Bahaya, jika menggunakan bahan kimia, efeknya akan cepat ke badan udara.

“Jadi, tadi kami mengambil contoh udara di lokasi udara panas dan udara di Desa Kayuboko sebagai pembanding,” jelasnya.

Selain itu kata-kata, pihaknya bersama-sama tata ruang PUPRP Parmout telah mengambil titik koordinat, untuk memastikan apakah masuk dalam kawasan lindung atau apa.

Peninjauan yang dilakukan oleh DPLH Parmout, bidang tata ruang PUPRP Parmout dan Sat Pol PP Parmout sebagai hasil Régulasi yang dilakukan belum lama ini. OZHAN

 

One thought on “Tambang Ilegan di Desa Air Panas Dikhawatirkan Merusak Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *